Data Guru

Rabu, 11 November 2015

UKG 2015

Selamat malam Bapak Ibu Guru, mari kita persiapkan UKG 2015 ini mudah-mudahan bermanfaat untuk turut serta meningkatkan kualitas pendidikan nasional, berikut bisa bapak ibu baca dan unduh contoh-contoh soal:  
1.Soal dan Kunci      Lihat     Unduh
2. Soal dan Pembahasan UKG SD
3. Prediksi Soal UKG SD Tahun 2015(100 Soal)
4. Prediksi Soal dan Kunci UKG SD Tahun 2015(100 soal)
5. Soal UKG TK/PAUD

Bedah materi UKG
1. Berkunjung ke Blog Bedah Materi UKG
2. Materi : Karakteristik Peserta Didik
3. Penalaran Deduktif, Induktif
4. Tahapan2 Penelitian Tindakan Kelas
5. PAP dan PAN

Cara mengunduh: buka file dengan klik pilihan di atas ... klik menu "File" dan pilih "unduh sebagai" atau "download as" atau unduh semua di SINI

Demikian ... selamat belajar!! salam untuk sahabat semua semoga sekses, amin.

Sabtu, 10 Oktober 2015

KKM 75 Itu Tidak Realistis

Pada Kurikulum 2006 (yang dikenal dengan KTSP) kita telah mengetahui bersama bahwa sekolah harus menentukan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). KKM tersebut ditetapkan dengan aacuan tertentu dan tiapa mata pelajaran KKMnya bisa jadi berbeda-beda. KKM dtetapkan mulai dari yang rendah (misal 65) dan tiapa tahun ditingkatkan hingga mencapai KKM ideal nasional yaitu 75 atau bahkan lebih.
Yang menjadi permasalahan adalah KKM meningkat namun tidak dibarengi dengan kualitas pembelajaran, sehingga KKM 75 itu terkesan dipaksakan, artinya sebenarnya ada sekolah (tidak semua) yang sebenarnya belum waktunya KKM 75 dipaksakan menjadi 75. Apalagi nilai rapor menjadi unsur perhitungan kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Apa akibatnya? terjadilah apa yang kita sebut katrol nilai.
Sebenarnya KKM 75 itu tidak realistis? Alasannya seperti yang saya paparkan di atas bahwa secara empiris bahwa KKM 75 itu banyak sekolah yang belum siap, namun dipaksakan KKM 75. Di samping itu KKM 75 itu dengan KKM di perguruan tinggi, di peguruan tinggi sebenarnya tidak ada istilah KKM, yang ada batas minimal kelulusan yang biasanya adalah C.
Mari kita perhatikan tabel konversi nilai skala 100 ke skala 4 atau ke dalam nilai huruf di beberapa perguruan tinggi di bawah ini

Jumat, 09 Oktober 2015

Cara Menentukan KKM


Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dijadikan dasar patokan nilai terendah dalam penilaian peserta didik. Jika peserta didik mampu mendapatkan nilai di atas KKM maka dianggap peserta didik tersebut telah tuntas atau menguasai kompetensi yang dipelajari. Sebaliknya jika ditemukan peserta didik mendapat nilai di bawah KKM berarti perlu adanya perbaikan.Dalam menentukan KKM mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya: tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi dasar, serta kemampuan sumber daya pendukung meliputi warga sekolah, sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran. Sekolah diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal. Yang harus diperhatikan dalam menentukan KKM adalah jumlah Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran setiap kelas. Selain itu, tentukan kemampuan atau nilai untuk setiap aspek (komponen) KKM, sesuaikan dengan kemampuan sebenarnya.

Minggu, 05 April 2015

Aplikasi Administrasi Sekolah

Demi terwujudnya akuntabilitas proses penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Dasar sebagaimana tuntutan di era sekarang dan akan datang, sekolah harus mampu menampilkan rakaman semua kegiatan pendidikan selama kurun waktu tertentu misalnya kegiatan selama satu tahun pelajaran. Konsekwensinya harus mencari strategi bagaimana agar pekerjaan administratif baik kepala sekolah maupun guru menjadi lebih mudah. Solusinya silakan unduh aplikasi administrasi sekolah di SINI dan untuk memperlancar ketika membuka file PDF silakan unduh dan instal  Reader DC. Aplikasi kali ini masih belum mencukupi, namun insyaallah akan ane lengkapi secara bertahap agar semua jenis administrasi di sekolah dasar dapat terpenuhi. Mohon maaf mudah2an bermanfaat. Jika ada kesulitan silakan hubungi lewat email ediputra48@yahoo.co.id atau call/SMS ke 085869259772.
Salam untuk sahabat semuanya

Kamis, 22 Mei 2014

LKIG 2014

Lomba Kratifitas Ilmiah Guru Ke-22 Tahun 2014 klik di sini

Kamis, 20 Februari 2014

POS Ujian SD Tahun 2014

Silahkan Bapak Ibu unduh di sini

Sabtu, 18 Februari 2012

Aktualisasi Tujuan Pendidikan


Sering kita mendengar ungkapan "Mutu Pendidikan" atau "Pendidikan yang bermutu." Yang menjadi indikatornya adalah nilai hasil belajar siswa yang dicapai pada suatu periode penilaian tertentu. Kenyataan ini tidaklah salah, karena nilai hasil belajar tidak lain adalah representasi dari progresif kognitif siswa yang notabene sebagai salah satu bagian dari sasaran yang ada dalam pendidikan. Kenyataan ini jugalah yang selama ini telah menjadi pola pikir yang mendominasi asumsi masyarakat luas, bahkan para penyelenggara satuan pendidikan di sckolah-sekolah. Implikasinya, sekolah (guru) dan orang tua wall murid berupaya keras agar pada hasil ujian akhir sekolah siswa memperoleh nilai yang baik. Siswa di "drill" agar pandai mengerjakan soal-soal mata pelajaran yang diujikan dengan modus tambahan belajar (les) baik secara klasikal maupun privat. Seperti inikah arah pencapaian tujuan pendidikan yang diharapkan?

Konsep tujuan pendidikan telah banyak diungkapkan, baik dalam undang-undang pendidikan. dalam kajian ilmiah pendidikan maupun oleh pemerhati dan birokrat pendidikan. Dalam UU No. 20 tahun 2003 dinyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan mumusia Indonesia seutuhnya. Konsep tersebut memberikan arah kepada aspek eksistensi kemanusiaan yang utuh. Utuh atas jasmani dan rohaninya, utuh atas pengakuan sebagai sosok pribadi dan sosial, sebagai individu yang memiliki potensi untuk memiliki ilmu pengetahuan dan ketrampilan sikap dan nilai dan sekaligus berpotensi untuk mampu dan mau bekerja sama dengan individu lain.

Postingan Populer